Ketua
Dr. dr. E. Hagni Wardoyo, Sp.MK (K), Sp.KL, Subsp.PH (K)
Anggota
Dr. dr. Ida Ayu Eka Widiastuti, M.Fis, Sp.KL, Subsp.PH (K)
dr. Nurul Ridha Muttaqiin
dr. Anita Valencia
dr. Ni Putu Sasmita Lestari
Deskripsi
Divisi Kedokteran Penyelaman dan Hiperbarik adalah salah satu cabang dari Kedokteran Kelautan yang berfokus pada aspek kesehatan terkait aktivitas penyelaman dan paparan udara bertekanan tinggi. Divisi ini memiliki cakupan kegiatan mulai dari menangani kondisi akut akibat penyelaman, melaksanakan respons medis darurat di lokasi kejadian, evakuasi pre-hospital, hingga tatalaksana di rumah sakit rujukan dengan fasilitas hiperbarik.
Selain menangani kegawatdaruratan, Divisi Kedokteran Penyelaman dan Hiperbarik juga memiliki peran penting dalam pencegahan dan pengelolaan dampak kesehatan jangka panjang akibat aktivitas penyelaman. Program-program yang dijalankan meliputi promosi kesehatan, evaluasi risiko, dan pengujian kelaikan menyelam (fit to dive) yang dirancang untuk mendukung kegiatan penyelam profesional, rekreasional, maupun tradisional. Divisi ini juga bertanggung jawab atas pelaksanaan terapi oksigen hiperbarik dan pengelolaan peralatan medis dalam kondisi hiperbarik.
Kompetensi Terkait
Sesuai dengan PERKONSIL No. 71 Tahun 2020, kompetensi Sp.KL terkait Divisi Penyelaman dan Hiperbarik adalah sebagai berikut:
- Mampu melakukan pengujian dan penilaian tingkat kesehatan, menetapkan fit to dive, penentuan kecacatan serta kompensasi dan menjelang masa akhir kerja pada pekerja selam komersial baik di dalam komunitas manupun individu.
- Mampu melakukan pengujian dan penilaian tingkat kesehatan, menetapkan fit to dive pada penyelam wisata atau rekreasi.
- Mampu melakukan perhitungan program penyelaman dengan tabel dekompresi pada berbagai jenis penyelaman dengan menggunakan berbagai media gas pernafasan.
- Mampu melaksanakan program pencegahan kasus kronis dan degeneratif akibat kerja dan diperberat oleh pekerjaan pada penyelaman.
- Mampu melaksanakan emergency medical response plan on site pada cedera penyelaman sampai dengan metode evakuasi (pre-hospital).
- Mampu melaksanakan tatalaksana paripurna dan atau bekerjasama dengan sejawat lain di fasilitas pelayanan kesehatan pada kasus cedera penyelaman diantaranya:
- Diving Related Barotrauma
- Decompression Sickness
- Air or Gas Embolism
- Oxygen Toxicity
- Carbon Dioxide Toxicity
- Carbon Monoxide Toxicity
- Nitrogen Narcosis
- High Pressure Nervous Syndrome
- Breathing Gas Contamination
- Hypoxia
- Drowning
- Salt Water Aspiration Syndrome
- Hypothermia
- Poisoning, Envenomation, and Trauma from Marine Creatures
- Phobic Anxiety
- Claustrophobia
- Blue Orb Syndrome
- Mampu melakukan prosedur Decompression Chamber.
- Mampu melakukan prosedur Oxygen Tolerance Test.
- Mampu melakukan pemilihan indikasi, kontra indikasi, jenis tabel terapi dan melaksanakan prosedur Hyperbaric Oxygenation.
- Mampu melakukan pemeriksaan tekanan parsial oksigen dan karbondioksida dengan flowmeter doppler laser pada kondisi hiperbarik.
- Mampu menggunakan peralatan medis pada kondisi hiperbarik diantaranya ventilator dan syringe pump.
- Mampu melakukan prosedur deteksi gas innert dengan doppler bubble detector.
- Mampu melaksanakan evaluasi prosedur manajemen keselamatan pasien, tenaga kesehatan dan pemeliharaan sarana prasarana pada fasilitas kedokteran hiperbarik.
Kegiatan
Berikut adalah kegiatan divisi Kedokteran Penyelaman dan Hiperbarik:
- Stase Emergency di IGD dan Hyperbaric Chamber.
- Stase Poliklinik Kedokteran Kelautan.
- Journal reading.
- Weekly Morning Report.
- Penelitian dan pengembangan terkait ilmu Kedokteran Penyelaman dan Hiperbarik.
- Pendaftaran HAKI dan Paten terkait ilmu Kedokteran Penyelaman dan Hiperbarik.
- Observasi kegiatan penyelaman tradisional.
- Pemeriksaan kesehatan penyelam tradisional.
- Kunjungan ke Dive Center.
- Kerjasama dengan POSSI NTB dan Prodi Kelautan untuk sertifikasi penyelam.
- Fun Dive PPDS-KL.




saat Penyelaman Malam di Sumbawa

bersama Dr. dr. Ida Ayu Eka Widiastuti, M.Fis, SpKL, Subsp. PH (K).


