ANTIMICROBIAL RESISTANCE WEBSITE

Antimicrobial Resistance atau Resistensi Antimikroba (AMR) adalah salah satu epidemi global yang akan makin menjadi tantangan dunia kesehatan dalam beberapa dekade ke depan. Pada tahun 2019, diperkirakan sekitar 1,29 juta kematian disebabkan secara langsung oleh AMR. Salah satu penyebab AMR adalah penggunaan antibiotik yang berlebihan, salah satunya adalah melalui pembelian antibiotik tanpa resep, termasuk di apotek komunitas. Survei sebelumnya menunjukkan bahwa 70% permintaan antibiotik di apotek diberikan tanpa resep.

Penelitian Protecting Indonesia from the Threats of Antibiotics Resistance (PINTAR Study) bertujuan untuk meningkatkan praktik pemberian antibiotik tanpa resep di apotek komunitas. Hasil utama dari penelitian ini telah dipresentasikan dalam sesi oral pada Global Health Security Conference di Sydney Australia pada tanggal 18-21 Juni 2024 oleh dr. Astri Ferdiana MPH Ph.D, salah satu peneliti dalam studi ini.

Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi melalui Whatsapp yang ditujukan pada apoteker komunitas dengan disertai pendampingan oleh sesama apoteker, penyediaan media edukasi untuk pengunjung apotek dapat menurunkan pemberian antibiotik tanpa resep sebesar 20%. Penelitian PINTAR merupakan penelitian multidisiplin yang melibatkan peneliti-peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Mataram, Kirby Institute di University of New South Wales Australia, London School of Hygiene and Tropical Medicine serta beberapa institusi lain di Inggris dan Australia. Penelitian ini dibiayai oleh Department of Foreign and Trade Australia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *