Artikel “CE Collaboration”

Pada tanggal 6 Desember 2022, Departemen Community Empowerment (CE) HMPD FK Unram melaksanakan program kerja CE Collaboration. CE Collaboration adalah salah satu program kerja CE yang bekerjasama dengan komunitas sosial, instansi pendidikan, atau organisasi lain dalam rangka memberi kontribusi kepada masyarakat. CE HMPD FK Unram bekerja sama dengan Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) dalam mengadakan acara “Bincang Sehat” melalui LIVE Instagram untuk memperingati World Day AIDS, dengan judul “Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS”.  Bincang sehat ini dihadiri oleh narasumber yang berpengalaman yaitu dr. Galih Wisnu Prabowo, Sp.PD dari PAPDI Cabang NTB, serta moderator acara ini yakni I Made Tobias Abdiman dari CE HMPD. LIVE ditayangkan melalui Instagram @papdicabangntb dan @hmpdfkunram.

Acara tersebut diawali dengan narasumber yang menjelaskan tentang perbedaan HIV dan AIDS. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, sedangkan AIDS adalah singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome atau kumpulan gejala atau tanda akibat dari infeksi HIV. Jadi, nama virusnya adalah HIV dan akibat yang ditimbulkan adalah AIDS. Kemudian dijelaskan juga penularan HIV melalui darah, hubungan seksual, serta penggunaan jarum suntik secara bergantian. Yang perlu melakukan pemeriksaan HIV ada 8 kelompok yaitu pasien dengan Tuberkulosis,  pasien dengan Infeksi Menular Seksual (IMS), ibu hamil, pekerja seks komersial, Laki seks Laki (LSL), waria/transgender, pengguna NAPZA dengan jarum suntik, warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Dalam Bincang Sehat ini, terdapat sesi diskusi yakni audiens bertanya melalui kolom chat. Audiens sangat antusias dalam bertanya terkait HIV/AIDS. Pertanyaan yang paling banyak diajukan yaitu tentang penularan HIV misalnya “Bisakah AIDS menular jika memakan makanan sisa penderita AIDS?” oleh @fauziah_zd,  “apakah saya akan tertular HIV/AIDS ketika menggunakan sembarang tusuk gigi di tempat makan?” oleh @putri.fsp, “apakah makan dengan menggunakan piring bekas ODHA dapat tertular HIV?” oleh @agustjs. Kemudian narasumber pun menjelaskan terkait mitos penularan HIV yang masih berkembang di masyarakat. Narasumber menjelaskan bahwa HIV tidak ditularkan melalui makan bersama dengan ODHA (Orang Dengan HIV AIDS), bersalaman atau bersentuhan, menggunakan toilet bergantian, tinggal serumah dengan yang terinfeksi, berbagi makanan dan minuman, gigitan nyamuk dan serangga, serta berciuman. HIV hanya bisa ditularkan melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bergantian, transfusi darah, Ibu hamil positif HIV ke bayinya. Masih banyak pertanyaan menarik lainnya yang diajukan oleh audiens.

Pada Sesi Penutup, closing statement dari dr. Galih Wisnu Prabowo, Sp.PD yakni “Semoga pasien dengan HIV bisa memahami kondisinya dan mendapatkan pengobatan baik sehingga dapat mencegah komplikasi. Kemudian sebagai penugas kesehatan harus bisa me-monitoring dan follow up pasien HIV/AIDS. Serta saran untuk masyarakat sekalian agar terhindar dari HIV yaitu menerapkan perilaku seksual aman serta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat”.

Jika tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai “Bincang Sehat” ini, tayangan lengkap LIVE Instagram tersebut bisa diakses di Instagram @papdicabangntb dan @hmpdfkunram atau bisa melalui link :

https://www.instagram.com/tv/Cl0TLJRJgNK/?utm_source=ig_web_copy_link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *