SELAMAT DATANG DI FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

Rumah Sakit

Survey Kepuasan

Keunggulan FKIK

Tracer Study

BERITA TERKINI

OBAT AJAIB ATAU RACUN TERTUNDA? Mengupas Manfaat Minyak Hiu vs. Bahaya Merkuri di Pasar Tanjung Luar

OBAT AJAIB ATAU RACUN TERTUNDA? Mengupas Manfaat Minyak Hiu vs. Bahaya Merkuri di Pasar Tanjung Luar

TANJUNG LUAR, LOMBOK – Hiu. Nama ini selalu kontroversial. Di satu sisi, ia adalah puncak rantai makanan yang harus dilindungi. Di sisi lain, ia adalah apotek berjalan di laut, menyimpan potensi medis yang kini menjadi incaran industri farmasi global. Namun, bagaimana Indonesia menyeimbangkan konservasi dengan potensi ekonomi dan kesehatan ini? Jawabannya terpusat di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tanjung Luar, Lombok Timur. Tempat ini kini menjadi sorotan karena statusnya sebagai sentra perdagangan hiu terbesar di NTB yang beroperasi di bawah payung hukum ketat, menutup babak perdebatan panjang tentang legalitas. Dari Lautan Lombok Menuju Potensi Pengobatan Kanker Potensi medis hiu berpusat pada karakteristik biologisnya yang unik dan dipercaya memiliki sistem kekebalan tubuh yang superior. Minyak Hati Hiu: Bintang Imunitas Tubuh Jika tulang rawan sempat meroket, perhatian kini bergeser pada Minyak Hati Hiu (MHH). Bagian ini kaya akan Squalene dan, yang terpenting, Alkilgliserol (AKG). AKG adalah senyawa yang diklaim mampu bertindak sebagai imunomodulator, mendorong produksi sel darah putih, sehingga sangat diminati sebagai suplemen untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu pemulihan pasca-sakit atau kemoterapi. Harapan di Tulang Rawan dan Anti-Inflamasi Tulang rawan hiu terus diteliti karena dugaan kandungan zat anti-angiogenesis—kemampuan yang secara teori dapat menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang dibutuhkan tumor untuk berkembang. Selain itu, ekstrak dari tubuh hiu secara luas menunjukkan efek anti-inflamasi yang signifikan, membuka jalan untuk terapi komplementer bagi penderita radang sendi kronis (arthritis). Melawan Isu Gelap: Kebangkitan Legalitas di Tanjung Luar Aktivitas perikanan hiu di Tanjung Luar sempat diwarnai isu praktik ilegal dan finning (pemotongan sirip) yang memicu kecaman global. Namun, PPI Tanjung Luar kini telah melalui transformasi besar dan menjadi model kepatuhan. “Perdagangan di sini kini...

Prodi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKIK Unram bersama PDPI NTB Gelar Peringatan Hari PPOK Sedunia 2025

Prodi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKIK Unram bersama PDPI NTB Gelar Peringatan Hari PPOK Sedunia 2025

Peringatan Hari Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Sedunia tahun 2025 berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan pada Minggu, 30 November 2025. Mengusung tema “Sesak Napas, Pikirkan PPOK”, kegiatan ini menjadi wujud pengabdian masyarakat yang digelar oleh Keluarga Besar Prodi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKIK Unram/RSUD Provinsi NTB bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang NTB. Acara yang diikuti oleh masyarakat umum serta kader puskesmas ini menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan senam asma, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan fungsi paru (Arus Puncak Ekspirasi, APE) hingga donor darah. Kegiatan ini tidak hanya memberi ruang bagi masyarakat untuk belajar, tetapi juga melakukan pemeriksaan kesehatan paru secara langsung. Turut hadir juga Ketua dan Sekretaris Prodi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKIK Unram, dr. Moulid Hidayat, Ph.D, Sp.P(K) dan dr. Rina Lestari, Sp.P(K), FISR beserta staf Prodi yang lain untuk memberikan konsultasi secara gratis bagi peserta kegiatan. Ketua PDPI Cabang NTB, dr. H. Slamet TJahyono, Sp.P(K), FISR dalam sambutannya menekankan bahwa masyarakat harus memahami apa itu PPOK dan mengenali gejalanya sehingga dapat dideteksi lebih dini serta berhenti merokok sebagai upaya pencegahan. Pada sesi penyuluhan yang disampaikan oleh Peserta Didik Prodi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKIK Unram, peserta mendapatkan penjelasan mengenai Penyakit Paru Obstruktif Kronik, yaitu kondisi yang menyebabkan penyempitan saluran napas secara bertahap sehingga penderitanya sulit bernapas. Penyebab utama PPOK adalah paparan asap rokok, baik aktif maupun pasif. Faktor risiko lainnya termasuk polusi udara, asap dapur, dan pajanan bahan kimia atau debu di lingkungan kerja. Tes tiup arus puncak ekspirasi (APE) juga diberikan agar peserta dapat mengetahui kemampuan paru mereka secara sederhana. Melalui kegiatan ini, Prodi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKIK Unram mengajak masyarakat...

FKIK UNRAM Gelar Workshop Thesis Supervision: “How to Be a Super Supervisor”

FKIK UNRAM Gelar Workshop Thesis Supervision: “How to Be a Super Supervisor”

Mataram, 20 Oktober 2025 — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Mataram melalui Badan Pengelola Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas (BP3F) menyelenggarakan Workshop Thesis Supervision dengan tema “How to Be a Super Supervisor”, Senin (20/10/2025). Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kualitas pembimbingan tesis bagi dosen yang membimbing mahasiswa Magister dan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Workshop yang berlangsung di lingkungan FKIK UNRAM ini dibuka oleh Dekan FKIK UNRAM dan dihadiri oleh para dosen-dosen FKIK Unram, baik yang memberikan pembimbing tesis S2 maupun PPDS. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali strategi, etika, dan standar akademik dalam proses pembimbingan tesis. Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yaitu Shukry Zawahir, Ph.D (University of Sydney) dan Prof. Apt. Auliya A. Suwantika, Ph.D (Komisi HTA Kementerian Kesehatan & Universitas Padjadjaran). Keduanya memberikan materi dalam empat sesi, meliputi: Peran dan Tanggung Jawab Pembimbing Tesis Strategi Efektif Membimbing Mahasiswa, termasuk pemilihan topik dan metodologi Etika dan Standar Akademik dalam Pembimbingan Tantangan Pembimbingan dan Solusinya Dalam suasana yang interaktif, para peserta juga berdiskusi terkait pengalaman dan kendala yang sering muncul dalam proses pembimbingan. Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi bersama moderator. Melalui workshop ini, FKIK UNRAM berharap kualitas pembimbingan tesis semakin meningkat sehingga mampu mendorong percepatan penyelesaian studi mahasiswa dengan hasil penelitian yang lebih baik dan berdaya...

PENGUMUMAN

Tak Ditemukan Hasil

Laman yang Anda rikues tak dapat ditemukan. Cobalah mengganti pencarian Anda, atau gunakan navigasi di atas untuk mencari postingan.