A. Pemetaan luaran pembelajaran untuk pendidikan tahap sarjana dokter
Pada kurikulum 2021, Muatan Unggulan Kedokteran Kepulauan disampaikan dalam mata kuliah khusus blok dan terintegrasi dengan blok lain, yaitu:
1 SKS Blok Muatan Unggulan Kedokteran Kepulauan di semester VI
Minimal 0,2 SKS terintegrasi dalam student project untuk 21 Blok yang ada dalam kurikulum PSPD (lebih detil di tabel 1), sehingga total adalah 4,2 SKS
1 SKS Keterampilan Water Rescue di mata kuliah Penalaran dan Keterampilan Klinik
5 SKS Blok Kedokteran Keluarga
Kegiatan pendidikan juga dibarengi dengan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.
Tabel 1. Rancangan pemetaan luaran pembelajaran tahap sarjana
| BLOK | Nama Blok | Learning outcome/topik |
| 1 | Keterampilan Belajar | -menjelaskan gambaran kondisi pelayanan kesehatan di daerah terpencil dan tantangannya – menjelaskan faktor yang mempengaruhi penyakit anemia pada penduduk daerah |
| 2 | Biomedik | Menjelaskan mekanisme toksisitas oksigen dan nitrogen narkosis |
| 3 | Homeostasis | Menjelaskan pengaruh lingkungan kerja perairan, pesisir dan laut terhadap kesehatan -Mengenali resiko pekerjaan didaerah pesisir, perairan dan laut (resiko gizi, resiko kecelakaan) -Adaptasi tubuh terhadap Perubahan cuaca, Kelembaban udara dan Angin |
| 4 | Pertahanan Tubuh | Mahasiswa mampu menjelaskan definisi envenomasi hewan lautMahasiswa mampu menjelaskan proses reaksi imunologi terhadap envenomasi atau sengatan hewan lautMahasiswa mampu menjelaskan innate dan adaptive respon terhadap envenomasi hewan lautMahasiswa mampu menjelaskan reaksi hipersensitivitas akibat envenomasi hewan laut |
| 5 | Gizi dan metabolisme | Membuat bahan edukasi terkait nilai gizi dan manfaat makanan laut, fakta dan mitos makanan laut pada kehamilan |
| 6 | Sirkulasi dan Distribusi | Menjelaskan fisika penyelaman |
| 7 | Lokomosi | Mampu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait risiko Kesehatan di daerah pesisir (integrasi pendidikan, penelitian, & pengabdian) |
| 8 | Perilaku | Mampu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait risiko Kesehatan di daerah pesisir (integrasi pendidikan, penelitian, & pengabdian) |
| 9 | Genetika dan tahap-tahap kehidupan | Mampu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait risiko Kesehatan di daerah pesisir (integrasi pendidikan, penelitian, & pengabdian) |
| 10 | Kardiovaskular | Menganalisis sistem rujukan kegawatdaruratan penyakit jantung di daerah kepulauan untuk optimalisasi penanganan |
| 11 | Respirasi | Mampu melakukan skrining pasien hiperbarik dan pemeriksaan penunjang radiologi untuk kasus barotrauma paru |
| 12 | Hematologi | Menjelaskan stress fisiologi hematologi pada dekompresi |
| 13 | Digestif | Mendiagnosis dan memberikan tata laksana kasus keracunan makanan laut, alergi makanan laut, |
| 14 | Urogenital | Mampu mendiagnosis dan melakukan tata laksana sengatan hewan laut pada organ genital |
| 15 | Endokrin | Mampu menganalisis dampak kerusakan lingkungan pesisir dan laut terhadap system endokrin dan metabolisme tubuh masyarakat pesisir. |
| 16 | Reproduksi | Menganalisis sistem rujukan kegawatdaruratan maternal di daerah kepulauan untuk optimalisasi penanganan |
| 17 | Neuropsikiatri | Menganalisis sistem rujukan kasus stroke di daerah kepulauan untuk optimalisasi penanganan |
| 18 | Integumen dan muskuloskeletal | Mampu mendiagnosis dan memberikan tata laksana kasus dermatitis akibat sengatan |
| 19 | Indra | Mampu mengidentifikasi kasus-kasus trauma mata akibat aktivitas di pesisir (trauma dan sengatan), pterygium, kerusakan akibat paparan sinar matahari |
| 20 | Emergency | Mampu mendiagnosis dan memberikan tata laksana kasus near drowning |
| 21 | Kedokteran Keluarga | Mampu menganalisis peran dokter dalam situasi bencana |
B. Pemetaan luaran pembelajaran untuk pendidikan tahap profesi dokter
Seperti pada tahap sarjana, Munggul Kedokteran Kepulauan disampaikan dalam mata kuliah khusus dan terintegrasi dengan mata kuliah lain:
1 SKS mata kuliah Muatan Unggulan Kedokteran Kepulauan
5-20 % SKS mata kuliah profesi yang lain
Tabel 2. Rancangan pemetaan luaran pembelajaran di tahap profesi.
| NO | BAGIAN | LUARAN PEMBELAJARAN |
| 1 | Ilmu Penyakit Dalam | Mampu memberikan penanganan kegawatdaruratan akibat sengatan hewan laut (shock) |
| 2 | Ilmu Obstetri dan Ginekologi | Mengidentifikasi kehamilan risiko tinggi untuk ibu hamil di daerah pesisir, penanganan kegawatdaruratan pada ibu hamil pada kecelakaan kapal/transportasi laut |
| 3 | Ilmu Bedah | Mampu memberikan penanganan kegawatdaruratan trauma akibat aktivitas pesisir dan laut |
| 4 | Ilmu Kesehatan Anak | Mengidentifikasi kegawatdaruratan anak di pesisir, botulisme (karena paparan kaca, tutup botol, hewan laut) |
| 5 | Ilmu Kesehatan Mata | Mampu memberikan penanganan kegawatdaruratan kasus-kasus trauma mata akibat aktivitas di pesisir (trauma dan sengatan), pterygium, kerusakan akibat paparan sinar matahari |
| 6 | Ilmu Neurologi | Mampu mendiagnosis dan merujuk kelainan neurologis akibat dekompresi |
| 7 | Ilmu Kesehatan Jiwa | Menjelaskan Phobia spesifik (2), Thalassophobia (phobia terhadap perairan luas dan dalam) |
| 8 | Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin | Mendiagnosis dermatitis akibat sengatan hewan laut dan aktivitas di air |
| 9 | Ilmu Telinga Hidung Tenggorokan | Mendiagnosis dan memberikan penanganan kasus mabuk perjalanan (4A), trauma akustik akut (3A), trauma aurikuler (3B), otitis eksterna (swimmer ears), barotrauma telinga terkait dekompresi |
| 10 | Ilmu Kesehatan Masyarakat | Mengidentifikasi, merencanakan dan mengevaluasi bencana di laut dan pesisir |
| 11 | Anestesi | Memberikan penanganan kegawatdaruratan near drowning |
| 12 | Forensik | Mengidentifikasi kasus kematian akibat tenggelam (3A), barotrauma (2) |
| 13 | Radiologi | Mendiagnosis barotrauma paru dan skrining radiologi pasien hiperbarik |
C. Pemetaan luaran pembelajaran untuk pendidikan tahap sarjana farmasi
Muatan kurikulum pada tahap sarjana terdiri atas tiga bagian : muatan wajib, muatan inti dan muatan lokal dengan persentase berturut-turut adalah 5-10%, 65-75% dan 15-30%.
Muatan lokal yang dikembangkan oleh PS Farmasi FK UNRAM adalah farmasi komunitas dan etnomedisin. Implementasi muatan lokal dalam struktur kurikulum PS Farmasi FK UNRAM secara eksplisit tertuang dalam bentuk mata kuliah wajib dan pilihan, dan secara implisit terintegrasi pada mata kuliah muatan inti.
Bobot muatan lokal dalam kurikulum PS Farmasi FK UNRAM, baik secara eksplisit dan implisit, dalam mata kuliah wajib dan pilihan sebanyak 30,25 sks (20,30% dari total 149 sks).
Dokumentasi Pengembangan Pendidikan
Kegiatan pelatihan Water Rescue pada Blok Muatan Unggulan oleh tim Basarnas di kolam renang Wirabhakti
[layerslider id=”6″]
Keterampilan Medik Ekstraksi Bulu Babi pada Mahasiswa Preklinik
[layerslider id=”7″]
