Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Unram memiliki tujuan meluluskan dokter yang kompeten di bidangnya dan menghasilkan dokter yang profesional serta mampu memecahkan masalah-masalah kesehatan di Indonesia. Di tingkat daerah ditekankan kemampuan memecahkan masalah-masalah yang berbasis ilmu kedokteran kepulauan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka fakultas menerapkan kurikulum berbasis kompetensi, yang secara rutin dievaluasi dan diperbaharui.
Pada tahap akademik, proses pembelajaran menggunakan sistem blok, yang meliputi blok multisistem dan blok sistem. Tiap blok memiliki tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh mahasiswa, dengan mahasiswa merupakan poros utama dari proses pendidikan tersebut (student centered learning). Terdapat 21 blok yang harus dilalui di tahap akademik untuk dapat meraih gelar sarjana kedokteran, yang normalnya ditempuh dalam 7 semester. Metode pembelajaran yang dikembangkan dalam sistem blok dengan kurikulum berbasis kompetensi ini antara lain tutorial, kuliah, praktikum dan kunjungan lapangan (student project) dan setiap saat selalu diupayakan adanya inovasi-inovasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Penerapan sistem pembelajaran dengan metode yang beragam sudah tentu membutuhkan banyak sumber daya manusia, baik tenaga pendidik maupun kependidikan yang memiliki kompetensi yang memadai di bidangnya masing-masing. Dengan demikian dibutuhkan perencanaan terhadap pengembangan staf yang terarah, memadai dan transparan.
Pada tahap profesi, proses pendidikan dilaksanakan di rumah sakit pendidikan utama, yaitu RSUD Provinsi NTB, RS Jejaring dan Puskesmas. Kerja sama dengan RS jejaring dan Puskesmas perlu terus dikembangkan melalui suatu perjanjian kerja sama (MoU), karena rumah sakit dan puskesmas merupakan lahan bagi sarjana kedokteran untuk menimba ilmu klinis sebelum memperoleh gelar dokter.
Di samping kebutuhan akan SDM yang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas, hal yang tidak kalah pentingnya adalah pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana penunjang pendidikan, mulai dari kebutuhan ruang kuliah, ruang diskusi tutorial, ruang praktikum dan ruang keterampilan medik dan segala peralatan yang diperlukan untuk masing-masing ruang.
Untuk memastikan bahwa proses pembelajaran telah sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan, maka upaya monitoring dan evaluasi terhadap proses dan hasil pembelajaran menjadi sesuatu yang mutlak harus dilakukan. Dengan demikian diharapkan lulusan dokter FK Unram memiliki kompetensi sesuai Standar Kelulusan Dokter Indonesia (SKDI) dan mampu bersaing dengan lulusan FK lainnya.
