METODE PEMBELAJARAN MAGISTER KESMAS

Untuk menghasilkan lulusan yang unggul baik dalam aspek sikap, pengetahuan, ketrampilan umum dan keterampilan khusus, maka ada beberapa bahan kajian yang disiapkan Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Mataram. Bahan kajian ini dibangun dari 8 pilar pokok kesehatan masyarakat, kemampuan penelitian dan ciri Universitas Mataram serta pembentukan sikap dan tata nilai. Bahan kajian dalam Kurikulum Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat terdiri dari bahan kajian pada pokok bidang konsentrasi yaitu Epidemiologi, Kebijakan dan Manajemen Kesehatan serta Kesehatan Keluarga.

Program Studi Magister dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)  berada pada jenjang kualifikasi ke-8, di mana aspek pengembangan ilmu dan riset merupakan tuntutan kualifikasi yang harus dipenuhi, sehingga diperlukan bahan kajian aspek penelitian. Dalam Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat ini, kajian materi dan proses pembelajaran merupakan perhatian yang sama pentingnya untuk dikembangkan, sehingga aspek penelitian ini meliputi penelitian berbasis masyarakat dan fasilitas kesehatan. Bahan kajian terkait penelitian ini meliputi: Metodologi Penelitian, Seminar 1 Penulisan Proposal Penelitian, Seminar 2 yaitu Seminar Hasil Pelaksanaan Penelitian, serta Penulisan dan Publikasi Hasil Penelitian.

Metode Pembelajaran  Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat adalah: 

  • Kuliah Tatap Muka: Pembelajaran langsung di kelas dengan dosen sebagai fasilitator utama, menggabungkan ceramah, tanya jawab, dan interaksi aktif.
  • Kuliah Online: Pembelajaran jarak jauh menggunakan platform digital, memungkinkan fleksibilitas dalam akses materi dan interaksi dengan dosen serta sesama mahasiswa.
  • Diskusi Kasus: Pembelajaran berbasis masalah dengan analisis kasus nyata, melatih mahasiswa dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan berbasis bukti.
  • Tutorial: Sesi bimbingan kelompok kecil yang dipandu oleh dosen atau fasilitator untuk memperdalam pemahaman materi dan aplikasi konsep dalam konteks profesional.
  • Praktikum: Pembelajaran berbasis praktik di laboratorium atau lapangan untuk menerapkan teori dalam situasi nyata dan meningkatkan keterampilan teknis.
  • Penugasan: Tugas individu atau kelompok yang dirancang untuk mengasah pemahaman teori, analisis kritis, serta keterampilan menulis dan presentasi.
  • Kerja Mandiri: Proses pembelajaran yang menuntut inisiatif mahasiswa dalam mengeksplorasi materi secara mendalam melalui studi literatur, penelitian, atau proyek.
  • Capstone: Proyek akhir yang mengintegrasikan berbagai kompetensi akademik dan profesional dalam bentuk solusi inovatif terhadap permasalahan kesehatan masyarakat.
  • Thesis: Penelitian ilmiah yang dilakukan secara mandiri sebagai syarat kelulusan, berkontribusi pada pengembangan ilmu kesehatan masyarakat berbasis bukti.